Arsip Kategori: Lima Puluh Kota

Lasuah, Objek Wisata Lembah Harau Akan Dioptimalkan

Asli Minang Community

Salah satu objek wisata yang menjadi bagian penting dari pesona Minangkabau adalah Lembah Harau.

Kawasan ini menjadi andalan bagi Provinsi Sumatera Barat pada umumnya, dan Kabupaten Lima Puluh Kota pada khususnya.

Dukungan dari Pemkab Lima Puluh Kota

Melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus melakukan inovasi untuk mengoptimalkan wisata Lembah Harau.

Di Sarilamak kemarin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota, yang bernama Yatmiko pun bicara.

“Ketika berbicara tentang Harau, jangankan warga Indonesia, wisatawan asing sudah mengenal dan mengetahui apa yang ada di Harau”

” Tapi perlu diakuti, bahwa sarana prasarana masih jauh dari standar yang mesti ada pada sebuah objek wisata”

Sarana dan Prasarana

Pak Yatmiko juga menyampaikan, beberapa sarana prasarana penunjang berupa toilet, kamar mandi, tempat beribadah, kios untuk pedagang, jalan menuju lokasi tersebut masih belum memadai untuk mengajak atau meminta orang berkunjung ke Harau.

Objek Wisata Lembah Harau adalah salah satu ikon pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) pada saat ini membutuhkan sarana atau fasilitas yang berstandar internasional untuk menunjang sektor pariwisata di lokasi tersebut.

Mendukung Wisata Halal di Sumatera Barat

Untuk itu sarana prasarana mulai dibanahi, baik itu toilet, tempat ibadah, apalagi Sumbar dapat prediket destinasi halal internasional.

Dukungan Dari Dinas yang Lain

Selain itu, dalam memajukan dunia pariwisata, bukan hanya tanggungjawab Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga semata, tapi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten tersebut.

Nisalnya, infrastruktur jalan, tempat ibadah, parkir dan toilet dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, kemudian Dinas perdagangan membenahi kios-kios untuk pedagang, serta rambu-rambu serta petunjuk arah dilengkapi oleh Dinas Perhubungan.

Menurutnya jika destinasi tersebut sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang layak maka wisatawan berkunjung betah lama untuk menikmati liburan di Lembah Harau.

Rancak, Pesona Seribu Menhir nan Indah di Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluah Kota

Asli Minang Community

rancak-pesona-seribu-menhir-nan-indah-di-nagari-maek-kabupaten-lima-puluah-kota

Ada banyak tempat wisata di Ranah Minang Sumatera Barat, tapi sayang, masih ada beberapa keindahan yang sering terlupa, atau jarang kita ketahui.

Nagari Maek nan Banyak Menhir

Nagari “Maek”, ada juga yang meng-Indonesiakan jadi “Mahat” (tapi lucu), adalah sebuah nagari yang berada di Kecamatan Bukit Barisan. Nagari ini berada di Kabupaten Lima Puluah Koto.

Jelajah nan Sulit

Walau jaraknya kira-kira hanya 42 km dari pusat kota Payakumbuh. Tapi untuk dapat mencapai lokasi tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat jalan menuju daerah yang terdapat di sebuah lembah ini harus melalui jalan berliku, mendaki dan menuruni bukit, medan yang cukup sulit.

Meski sebagian jalannya sudah beraspal mulus, tetapi masih ada kondisi jalan yang rusak parah, sehingga supir harus beberapa kali turun untuk memastikan bahwa mobil dapat melintasi jalan dengan aman.

Perjalanan yang membutuhkan waktu yang cukup lama tersebut sama sekali tidak mampu melahirkan rasa bosan, pasal pemandangan yang menakjubkan terhampar di sepanjang perjalanan.

Dipagari Gunung dan Dialiri Sungai

Alam yang asri di selingkar perbukitan sungguh menawan, cahaya matahari yang jatuh pada salah satu sisi bukit-bukit kecil membuat bukit seolah hijau menyala dan bukit yang lebih tinggi berwarna keabu-abuan nampak dari kejauhan.

Kawasan nan permai ini dipagari oleh perbukitan dan mempunyai tiga anak sungai , yaitu Batang Kincuang, Batang Sugak dan Batang Penawan yang ketiganya masuk ke Batang Maek sebagai sungai terbesar, selain keindahan alam yang mempesona Nagari Mahat juga memiliki situs peninggalan kepurbakalaan yang dapat dijadikan sebagai objek wisata budaya dan penelitian.

Beribu Menhir

Di Kenagarian Maek yang luasnya 115,92 Km2 tersebar peninggalan Kepurbakalaan berupa; Menhir, Batu Dakon, Lumpang Batu, Punden Berundak-undak, Batu Tapak, Batu Jajak Ayam, Balai-balai Batu pembagian wilayah empat Niniak Luak Limo Puluah, Masjid Kuno dan Pesanggerahan masa Pemerintahan hindia Belanda.

Dibandingkan dengan daerah lain di Kabupaten Lima Puluh Kota, Nagari Maek menjadi istimewa, karena memiliki Menhir terbanyak di Kabupaten Lima Puluh Kota hingga dijuluki nagari seribu menhir yang tersebar di setiap jorong di Nagari Mek.

Sekarang, Kondisi Jalan Sudah Lebih Baik

Nagari Maek yang dulu jalan tanah dan batu-batu besar, sekarang sudah mulus oleh aspal. Tepi-tepi tebing yang berhadapan langsung dengan jurang dalam sudah diberi pembatas.

Begitu pula un­tuk komunikasi dengan pon­sel, dahulu harus mencari lokasi tinggi dan memanjat pohon agar bisa telpon-telpo­nan, sekarang jaringan sudah bagus.

Lebih oke lagi, kini dari Nagari Maek sudah bisa up­date status dijejaringan sosial melalui handpone selular.

Nagari Maek kini, jauh berbeda dengan Nagari Maek masa lalu. Daerah ini sekarangsudah jauh maju. Nagari Maek memiliki potensi yang luar biasa untuk dikem­bang­kan. Terutama dari keinda­han alam.

Belum sampai disana, Na­gari Maek juga dikenal da­erah peradaban. Ada lebih ku­rang 100 menhir yang ter­sebar di Nagari Maek. “Men­hir adalah batu besar yang ditancamkan didalam tanah. Ini peninggalan nenek mo­yang ketika masa pera­daban lalu,” ucap warga setempat.

Beberapa tahun bela­kangan ini apalagi memasuki 2016 ini, Nagari Maek jadi daerah tujuan wisata bagi masyarakat. Terutama ma­sya­rakat Kabupaten Lima­puluh Kota. Tak jarang juga, ba­nyak ahli-ahli dari luar negara berdatangan ke Nagari Maek.