Arsip Kategori: Padang Pariaman

Lasuah, Kereta Api Jurusan Kayutanam – Padang Resmi Dibuka, Sarana Transportasi dan Wisata

Asli Minang Community

lasuah-kereta-api-jurusan-kayutanam-padang-resmi-dibuka-sarana-transportasi-dan-wisata

Urang awak kembali berbahagia, karena kemarin, Hari Selasa tanggal 1 November 2016, sudah resmi dibuka kereta api jenis Railbus jurusan Kayu Tanam Luuk Alung.

Bertempat di Stasiun Kereta Api Simpang Haru Padang, Acara peresmian yang langsung dibuka oleh Direktur Jendral Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono, juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno.

Dengan nama Kereta Api Lembah Anai, moda ini melayani dengan jurusan Kayu Tanam-Lubuk Alung resmi dibuka di Stasiun Kereta Api Simpang Haru Padang.

Manfaat dan Guna Kereta Api Ini

Kereta Api Lembah Anai jenis Railbus ini, dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sebagai sarana transportasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Juga ada manfaat lain, yaitu sebagai moda pariwisata. Yang dapat digunakan sebagai alat untuk menikmati keelokan dan keindahan alam Minangkabau Sumatera Barat nan indah dan rancak, sepanjang perjalanan kereta api ini.

Spesifikasi Kereta dan gerbong

Kereta Api Lembah Anai ini merupaka KA perintis yang menggunakan Railbus nan terdiri atas tiga gerbong kereta.

Gerbong kereta tersebut dapat menampung muatan sebanyak 160 orang. Dengan rincian 78 penumpang dengan tempat duduk dan 82 penumpang yang berdiri.

Jadwal, Trayek, dan waktu tempuh

Dalam operasionalnya, Frekuensi perjalanan Railbus ini direncanakan akan dioperasikan sebanyak empat kali dalam sehari dengan waktu tempuh perjalanan 38 menit sekali jalan

Tarif dan Harga Tiket

Untuk dapat menikmati layanan kereta api jenis railbus ini, setiap penumpang dikenakan tarif sebesar Rp3.000 saja.

Patut Dicontoh, Gerakan Maghrib Mengaji di Piaman

Asli Minang Community

patuik-dicontoh-gerakan-maghrib-mangaji-di-piaman

Sangat bagus inovasi di Kota Pariaman, karena sekarang ada Gerakan Maghrib Mengaji nan dihimbau oleh Pemko Pariaman.

Untuk awalnya, Pemkot hanya membuat program Magrib Mengaji untuk mendorong masyarakat supaya membiasakannya.

Kalau sudah menjadi biasa dilakukan setiap hari, maka akan berat meninggalkan program Maghrib Mangaji tadi.

Wakil Walikota (Wawako) Genius Umar mengajak masyarakat untuk membaca dan mengaji Alquran sesudah menunaikan salat Magrib sampai tiba waktu Shalat Isya. Bisa di masjid, di mushalla, di surau maupun di rumah.

Mulai Magrib sampai waktu sesudah Isya, masyarakat pun diimbau mematikan televisi dan yang punya lapau atau kadai diminta untuk tutup sementara sampai sesudah waktu Isya.

Begini kata Wawako Pariman Genius Umar:

“Pemko bersama instansi terkait telah komitmen untuk terus menyosialisasikan program Magrib Mengaji kepada masyarakat dengan berkunjung langsung ke mesjid dan mushalla yang ada di Pariaman. Kami imbau masyarakat juga menindaklanjuti program ini, baik di masjid, mushalla, surau maupun di rumah masing- masing”

Dikatakan pula, mengaji sesudah shalat Magrib sampai masuk waktu Shalat Isya harus diprogramkan dalam diri sendiri, program itu harus muncul dari dalam hati kita masing-masing.