Uda dan Uni, Panggilan Khas Minangkabau yang Hilang Ditelan Waktu

Asli Minang Community

Panggilan khas Minang yang Lama Hilang

Tidak bisa dipungkiri, panggilan khas Orang Minangkabau atau Sumatera Barat adalah “Uda” dan “Uni”, juga ada sebutan “Ajo” dan “Uniang”.

Panggilan ini kerap digunakan pada Orang Minang di kampung atau Orang Padang di rantau.

Tapi sayang, panggilan tersebut sudah mulai hilang dan jarang terdengar di telinga kita.

Uda Uni dan Ajo Uniang

Panggilan “Uda” dan “Uni” berlaku hampir seluruh daerah Sumatera Barat, seperti di Kota Bukittinggi, Padang, Padangpanjang, Kabupaten Agam, Dharmasraya, Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, Payakumbuh, Sawahlunto, dan Solok.

Tapi ada juga panggilan “Ajo” dan “Uniang” panggilan ini kerap jadi sebutan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Sebutan Umum Rang Minang

Panggilan untuk kaum laki-laki yaitu “Uda” dan bagi kaum perempuan yaitu “Uni”, dari fakta di atas bisa dikatakan sebagai sebutan paling umum di Sumatera Barat.

Tapi juga ada sebutan “Ajo” dan “Uniang” yang juga merupakan bagian dari budaya Minangkabau.

Sebutan khas yang Mulai Hilang

Barangkali hampir semua kita merasakan bahwa ada sesuatu hal yang hilang ketika pulang kampung ke Bukittinggi dan kota besar lainnya di Sumbar.

Hampir sebagian besar putra putri kelahiran 80an keatas memanggil kakak pria dengan sebutan “Abang” dan kakak perempuan dengan panggilan “Kak”.

Pengalaman Kita Semua

Sebagian besar kita yang kalau belanja di Bukittinggi, para pedagang/pelayan yang usia yang lebih muda sering berkata “bali apo Bang” atau “mancari apo Kak”

Sama pula kalau naik angkot, juga ditanya “tujuan kama Bang”. Atau dengan pertanyaan yang lain seperti “Pai Kama Kak”

Abang dan Kak Bukan Panggilan Asli Minang

Semakin seringnya pemakaian Abang dan Kak, menjadi fakta menyakitkan yang kita terima, yang mengakibatkan panggilan “Uda” dan “Uni” makin hilang

Sementara panggilan “Abang” itu merupakan ciri khas panggilan di daerah lain seperti Betawi, Medan, dan Melayu Riau.

Demikian pula dengan penggilan “Kak”, hampir sama dengan daerah asalnya panggilan Abang tadi

Gejala Pudarnya Semenjak tahun 1980-an

Sejak tahun 1980an, di Sumatera Barat mulai menjalar penyakit dengan sebutan “Abang” dan “Kak”. Seiring pula dengan lunturnya panggilan “Uda” dan “Uni” dan Ajo Uniang.

Hal ini bisa berlanjut kepada generasi berikutnya, anak-anak mereka diajari untuk panggil “Abang” dan “Kak” kepada yang lebih tua.

Jika ini berlanjut terus kepada generasi berikutnya, bisa dipastikan panggilan dan ciri khas kebanggan urang Minang  akan pudar dan hilang dari Bumi Minang.

Kita Di Rantau

Sebagai perantau, orang-orang luar Minangkabau akan memanggil kita dengan sebutan “Uda” dan “Uni”.

Panggilan tersebut merupakan wujud hormat dan penghargaan mereka kepada kita sebagai orang Sumatera Barat.

Ini artinya bahwa panggilan “Uda” dan “Uni” merupakan aset budaya dan kultur khas yang bernilai sangat tinggi.

Contoh Empiris

Orang Jawa pun akan bangga dengan panggilan “Mas” dan “Mbak”. Demikian pula dengan  orang Sunda akan sangat terhormat jika dipanggil “Akang” dan “Teteh”.

Demikian pula yang berlaku untuk suku-suku lainnya, baik dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai daerah timur lainnya.

Bagaimana dengan Kita

Kenapa kita orang Minang mulai melunturkan kebanggaan budaya kita sendiri? Seharusnya kebanggaan itu terus diajarkan dan dilestarikan kepada anak-anak dan generasi berikutnya.

Kesimpulan dan Saran

Sebelum terlambat, marilah kita mengajak kepada putra putri Minang di kampung halaman dan di perantauan,  saatnya kita lestarikan kembali panggilan kebanggaan“Uda” dan “Uni” untuk putra putri Minang.

Mari ajarkan kembali kepada anak-anak dan keponakan kita utk panggilan “Uda” dan “Uni” kepada kakaknya dan orang yang lebih tua.

Hebatnya Orang Minang

Banyak sekali prestasi Orang Sumatera Barat. Minang merupakan salah satu suku di Nusantara yang kaya budaya, melahirkan pemimpin dan pahlawan bangsa, dihornati karena jiwa dagangnya, terkenal dengan panggilan “Uda” dan “Uni” nya.

Action Plan

Untuk itu, marilah kita wujudnya hal tersebut baik di sekolah, kampus, pasar, dan tempat lainnya

Sebaiknya para guru, dosen dan pengajar juga turut membantu mendorong anak didiknya bersama para orang tua untuk memasyarakatkan kembali panggilan “Uda” dan “Uni” untuk putra putri Minang tercinta.

Satu pemikiran pada “Uda dan Uni, Panggilan Khas Minangkabau yang Hilang Ditelan Waktu

Tinggalkan Balasan