Kenangan Budaya dan Seni di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat Sepanjang Tahun 1977

Diposting pada

 

AsliMinang Community

Semarak Budaya Agam: Menelusuri Jejak Tradisi di Ranah Minang (1977)

Kabupaten Agam di Sumatera Barat bagaikan sebuah buku tua yang penuh dengan cerita dan legenda.

Di tahun 1977, setiap halaman buku itu terbuka, menampilkan kekayaan budaya dan tradisi yang memukau.

Ibukota Lubuk Basung (sejak 7 Januari 1998, sebelumnya di Bukittinggi) dan kecamatan-kecamatannya, seperti Tanjung Raya, Bukittinggi, dan Ampek Angkek, menjadi saksi bisu semarak budaya yang mewarnai kehidupan masyarakat Agam.

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan budaya yang berlangsung di Agam setiap bulan sepanjang tahun 1977:

Januari:

  • Festival Budaya Agam: Acara puncak yang menampilkan berbagai kesenian tradisional, seperti Tari Piring, Tari Pasambahan, dan Randai. Alunan musik talempong dan saluang menggema, mengiringi tarian yang penuh makna dan filosofis.
  • Pertunjukan Silat: Keindahan dan keunikan gerakan silat Minangkabau, seperti Silat Harimau dan Silat Pangean, memukau para penonton.

Februari:

  • Upacara Adat Batagak Pancang: Upacara adat ini menandai dimulainya pembangunan rumah Gadang, rumah adat Minangkabau.
  • Festival Batik: Berbagai motif batik khas Agam dipamerkan dan diperjualbelikan dalam festival ini.

Maret:

  • Maanta Pauah: Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. Masyarakat berkumpul di rumah Gadang dan memanjatkan doa bersama.
  • Pertunjukan Randai: Pertunjukan drama tradisional Minangkabau yang sarat dengan pesan moral.

April:

  • Pacu Jawi: Perlombaan balap sapi yang diadakan di sawah. Masyarakat bersorak sorai menyemangati para joki yang memacu sapi mereka.
  • Festival Tari Piring: Tari Piring merupakan salah satu tarian tradisional Minangkabau yang paling populer.

Mei:

  • Upacara Adat Maambiak Aia: Upacara adat ini dilakukan untuk mengambil air dari sumber mata air yang dianggap suci.
  • Festival Talempong: Alat musik tradisional Minangkabau ini dimainkan bersama-sama dengan merdu dan penuh semangat.

Juni:

  • Festival Robo-Robo: Festival ini diadakan untuk menyambut panen padi. Masyarakat berkumpul dan menikmati berbagai hidangan yang terbuat dari beras.
  • Pertunjukan Rabab Pasisie: Alat musik tradisional Minangkabau ini dimainkan dengan melodi yang indah dan menyentuh hati.

Juli:

  • Festival Layang-Layang: Langit dihiasi dengan berbagai warna dan bentuk layang-layang yang diterbangkan oleh anak-anak.
  • Pertunjukan Tari Pasambahan: Tari Pasambahan merupakan tarian tradisional Minangkabau yang優雅 dan penuh makna.

Agustus:

  • Upacara Adat Turun Mandi: Upacara adat ini dilakukan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin.
  • Festival Pidato Adat: Pidato adat Minangkabau yang penuh dengan nilai-nilai budaya dan filosofis disampaikan oleh para pemuka adat.

September:

  • Festival Pencak Silat: Berbagai aliran silat di Agam unjuk kebolehan dalam festival ini.
  • Pertunjukan Duluk-Duluk: Kesenian tradisional Minangkabau yang menggabungkan musik, tari, dan drama.

Oktober:

  • Festival Makan Bajamba: Masyarakat berkumpul dan makan bersama dari satu dulang besar.
  • Pertunjukan Tambua Tasa: Alat musik tradisional Minangkabau ini dimainkan dengan penuh semangat dan menggelegar.

November:

  • Festival Maulid Nabi Muhammad SAW: Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diiringi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
  • Pertunjukan Minang Elok: Pertunjukan seni tari dan musik tradisional Minangkabau yang dikemas dengan modern.

Desember:

  • Festival Tahun Baru Hijriah: Perayaan tahun baru Islam diwarnai dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya.
  • Pertunjukan Silek Lanyah: Kesenian bela diri tradisional Minangkabau yang diiringi dengan musik dan tari.

Semangat kebersamaan dan gotong royong sangat terasa dalam berbagai kegiatan budaya. Masyarakat saling membantu dalam persiapan dan pelaksanaan acara, menunjukkan rasa kekeluargaan yang erat.

Meskipun tahun 1977 telah berlalu, semangat dan kecintaan terhadap budaya Agam masih terjaga hingga saat ini.

Kabupaten Agam terus melestarikan tradisinya dan menjadikannya sebagai identitas yang membanggakan.

Pesan:

Budaya Agam adalah harta karun yang harus dijaga dan dilestarikan.

Semangat kebersamaan dan gotong royong dalam berbagai kegiatan budaya menjadi teladan bagi kita semua. Mari kita terus lestarikan budaya Indonesia

Demikianlah budaya dan seni Minangkabau nan rancak yang disusun oleh tim AsliMinang Community, supaya dapat menjawab pertanyaan apa yang terjadi, siapa yang terlibat, berapa biaya yang timbul, kenapa dan bagaimana bisa terjadi, dan dimana ada solusi untuk cara mengatasinya.

Tinggalkan Balasan